perjalanan ke malang kali ini diiringi oleh hujan. Sampai di terminal bungurasih sudah disambut langit hitam yang pekat,dan tepat ketika bus memasuki tol,langit mulai mencurahkan hasil kondensasi uap air-hujan.
tidak ada perbedaan rute,hanya suasana hati yang berbeda. Tapi,setiap kali naik bus patas,saya selalu memilih posisi di dekat jendela. Entah mengapa,efek lukisan di luar jendela mampu membuat saya berpikir lebih jernih. Tentang banyak hal,tentang bersyukur,tentang rumah,tentang keluarga,tentang sekolah,tentang kematian. Yang terakhir,selalu membuat saya takut dan khawatir (meskipun,sebenarnya seorang muslim harus siap menghadapi kematian kapan pun/dimanapun).
Hujan kali ini cukup deras,dan berangin,hingga mampu menunjukkan eksistensi batang dan daun. Pun hati saya,cukup deras oleh kecamuk. Yang menyelinap setiap kali saya menginjakkan kaki di tempat bernama 'rumah'. Masih teringat kalimat bapak mario teguh 'jika tidak mampu menjadi perantara kebaikan dan kedamaian orang lain,maka cukuplah lakukan yang terbaik untuk orang tersebut,dan buatlah mereka bangga,karena pada hakikatnya setiap hamba akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri'. That's what am i trying to do right now. Rasanya cukup lelah diri ini mencoba untuk berdamai,dan selalu memperbaiki. Karena respon yang didapat pun,kadang membuat kelenjar lacrimal bekerja ekstra. Ibarat cuaca,maka saya menciptakan musim semi untuk menyamarkan musim hujan dan musim dingin (lah...tropis dan subtropis).
Hujan mulai reda,meskipun masih menyisakan rintik. Masih ada bekas tetesan air di luar jendela.
Indah..untuk disyukur
Khidmat..untuk direnungkan
Dingin...untuk dijadikan pelajaran..
Agar tak lagi dingin yang menusuk..namun cukup indah dan khidmat.
*episode hujan*
Search This Blog
Monday, 23 January 2012
Sunday, 22 January 2012
sebuah titipan
selama satu pekan kemarin 2x berturut turut mendapat berita duka (duka yang menurut saya sangat menyesakkan hati).
Berita duka pertama datang dari seorang teman yang janinnya meninggal di dalam rahim (umur kandungannya sudah 8 bulan).
Berita duka kedua juga dari seorang teman yang kehilangan bayi tercinta yang baru saja berusia 1 hari.
Mendengarnya saja saya merinding,hati dan logika saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasa kehilangannya. Pasti lebih dan lebih menyesakkan hati dibanding ketika saya kehilangan bapak.
Seorang anak, yang telah dinanti dengan penuh pengharapan, yang telah dijaga sedemikian hati-hati (agar ai tumbuh dan lahir dengan sehat). Tapi..kita lah manusia,hamba yang menjalani takdirNya, hamba yang hanya menerima titipan dari Nya.
Untuk kedua teman saya: semoga Alloh mengganti dengan yang lebih baik, dan semoga kita termasuk hamba Nya yang senantiasa bersyukur di setiap keadaan.
aamiin.
Berita duka pertama datang dari seorang teman yang janinnya meninggal di dalam rahim (umur kandungannya sudah 8 bulan).
Berita duka kedua juga dari seorang teman yang kehilangan bayi tercinta yang baru saja berusia 1 hari.
Mendengarnya saja saya merinding,hati dan logika saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasa kehilangannya. Pasti lebih dan lebih menyesakkan hati dibanding ketika saya kehilangan bapak.
Seorang anak, yang telah dinanti dengan penuh pengharapan, yang telah dijaga sedemikian hati-hati (agar ai tumbuh dan lahir dengan sehat). Tapi..kita lah manusia,hamba yang menjalani takdirNya, hamba yang hanya menerima titipan dari Nya.
Untuk kedua teman saya: semoga Alloh mengganti dengan yang lebih baik, dan semoga kita termasuk hamba Nya yang senantiasa bersyukur di setiap keadaan.
aamiin.
Wednesday, 4 January 2012
acc (-)
lama sekali rasanya tak bersua, saya memang akhir akhir ini sering sekali menjadi orang sok sibuk (sibuk dengan diri sendiri)
oya, sebelum mulai mengarang indah,selamat tahun baru hijriyah..kalau berdasarkan tahun baru masehi, maka jatah usia saya semakin berkurang, dan of course semakin dewasa .
awal tahun masehi 2012 kali ini saya lewati dengan belajar menjadi seseorang yang 'penyabar' dan sedikit 'tidak egois'. meskipun sebenarnya sudah sejak bulan desember kemarin saya belajar menjadi seseorang yang penyabar (sabar menunggu, sabar menahan diri untuk memberi kritik kepada orang lain, sabar mendengarkan pendapat orang lain, dan banyak kesabaran kesabaran yang lain).
awalnya saya sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, mulai dari estimasi biaya,format acara, tata ruang (seperti yang biasa saya lakukan saat dulu sering menjadi seorang sie acara). saya sudah menyusun jadwal kuliah dan kegiatan, sampai beberapa tawaran menarik saya tolak karena mempertimbangkan hal tersebut.
tapi...fiuh..manusia berencana, namun Alloh yang menentukan it works or not, dan great..my planning didn't work well. semuanya kacau (gx semua sich),tapi berhasil membuat saya spechless. rencana saya untuk menyederhanakan diri berubah mennjadi sebuah kemewahan dan pemajangan diri (yang selama ini sangat saya hindari).
for a while, saya ingin menjadi seorang yang apatis. its my life and i'll do anything. saya akan menerima tawaran (yg selama ini saya pending), saya akan menyusun jadwal baru. saya ingin apatis dengan semuanya.
dan...pergi jauh jauuuhh...jangan dekat dekat saya dalam waktu dekat..(rasanya masih pengen makan orang)
oya, sebelum mulai mengarang indah,selamat tahun baru hijriyah..kalau berdasarkan tahun baru masehi, maka jatah usia saya semakin berkurang, dan of course semakin dewasa .
awal tahun masehi 2012 kali ini saya lewati dengan belajar menjadi seseorang yang 'penyabar' dan sedikit 'tidak egois'. meskipun sebenarnya sudah sejak bulan desember kemarin saya belajar menjadi seseorang yang penyabar (sabar menunggu, sabar menahan diri untuk memberi kritik kepada orang lain, sabar mendengarkan pendapat orang lain, dan banyak kesabaran kesabaran yang lain).
awalnya saya sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, mulai dari estimasi biaya,format acara, tata ruang (seperti yang biasa saya lakukan saat dulu sering menjadi seorang sie acara). saya sudah menyusun jadwal kuliah dan kegiatan, sampai beberapa tawaran menarik saya tolak karena mempertimbangkan hal tersebut.
tapi...fiuh..manusia berencana, namun Alloh yang menentukan it works or not, dan great..my planning didn't work well. semuanya kacau (gx semua sich),tapi berhasil membuat saya spechless. rencana saya untuk menyederhanakan diri berubah mennjadi sebuah kemewahan dan pemajangan diri (yang selama ini sangat saya hindari).
for a while, saya ingin menjadi seorang yang apatis. its my life and i'll do anything. saya akan menerima tawaran (yg selama ini saya pending), saya akan menyusun jadwal baru. saya ingin apatis dengan semuanya.
dan...pergi jauh jauuuhh...jangan dekat dekat saya dalam waktu dekat..(rasanya masih pengen makan orang)
Tuesday, 11 October 2011
Review hasil seminar ‘implikasi STRA dan KFN pada praktek kefarmasian’
Review hasil seminar ‘implikasi STRA dan KFN pada praktek kefarmasian’
by IAI cabang
malang (ahad, 9 oktober 2011)
1.Latar belakang PP 51 TAHUN 2010 (STRA dan KFN)
-undang undang terdahulu yang belum sepenuhnya melindungi dan memaksimalkan peran farmasis
-apoteker adalah sebuah praktek profesi (bukan pekerjaan), jadi ‘dia’ tidak tergantikan
-keprihatinan terhadap ‘over educated’, tapi ‘under utilized’
-adanya perubahan terhadap paradigm pelayanan apoteker (from product to patient), sehingga perlu adanya regulasi baru yang memperkuat dan men-support perubahan tersebut.
Langkah awal dari perubahan tersebut adalah ‘melegalkan farmasis dalam melaksanakan profesinya’ dan memberikan’perlindungan serta kejelasan terhadap praktek kefarmasian’.
2.Tujuan ke depan dari PP 51
Dengan adanya PP 51 diharapkan apoteker Indonesia mulai menyadari akan perannya sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia sehat.
Secara garis besar, perubahan awal yang diinginkan dari adanya PP51 adalah :
-mau atau tidak, suka atau tidak apoteker yang telah mengantongi SIPA/SIKA harus melakukan praktek kefarmasian (jadi tidak ada istilah nitip nama).
-setelah komposisi ini terpenuhi, maka perubahan selanjutnya adalah profesi apoteker akan semakin dikenal, baik oleh tenaga kesehatan yang lain (dokter, nurse) dan yang lebih penting, masyarakat akan mulai mengenak siapakah ‘apoteker itu?’
-dengan adanya iklim yang kondusif ini, maka income apoteker tidak lagi dinilai dari ‘berapa banyak obat yang berhasil dia jual dalam sehari atau satu bulan?’, tapi income apoteker akan berdasar pada ‘information and describing’ terhadap tiap obat yang dia berikan kepada pasien. Jadi,obat akan dijual dengan harga netto (sehingga tidak ada lagi persaingan harga).
-efek dari adanya perubahan sumber income apoteker tersebut, akan memberikan kesempatan yang seluas luasnya kepada para apoteker untuk berpraktek, karena apoteker tidak lagi bergantung kepada PSA untuk melakukan praktek kefarmasian (meskipun tetap dibutuhkan sumber dana pada proses pendirian apotek)
-lebih jauh lagi, dalam melakukan proses ‘informating and describing’ maka diperlukan SOP. Jadi, pasien (orang yang datang ke apotek) akan memperoleh informasi yang sama tentang ‘apa itu glimepiride, bagaimana aturan minum, apa efek samping, dan bagaimana penanganan efek sampingnya?’, baik di apotek A, B, C, ataupun apotek Z.
Dari sini, akan muncul specialisasi. Apoteker yang ahli menjelaskan tentang obat-obat cardiovaskuler, apoteker yang ahli menjelaskan tentang obat-obat CNS, apoteker yang ahli menjelaskan obat-obat yang berhubungan dengan kidney failure.
Maka suatu saat, bukan hanya dokter yang memiliki PDT (pedoman diagnose dan terapi), tapi apoteker juga akan memiliki SOP terkait “drug information and description” (versi Indonesia).
3.Hambatan
Apa saja hambatan yang muncul dalam pelaksanaan PP 51??
-masih ada apoteker-apoteker yang tetap teguh dengan paradigm ‘product oriented’, atau ‘tidak ada apoteker pun apotek tetap jalan, asal obatnya laku’.
-masih kurangnya sosialisasi terkait dengan goal target jangka panjang dari PP 51, sehingga masih banyak terjadi ‘partial understanding’.
-pendidikan berkelanjutan, Proses inilah yang sama sekali tidak/sangat sedikit tersentuh oleh IAI. Padahal rekan sejawat tenaga kesehatan dokter dan nurse adalah profesi yang memiliki kontinuitas tinggi dalam proses pendidikan berkelanjutan. Maka bagaimana apoteker siap berjalan seiring, jika kita masih berpikir bahwa asam mefenamat hanya NSAID??bukankah ia juga memiliki efek tokolitik??
-keseluruhan target di atas tidak dapat dicapai hanya dalam waktu 1 atau 2 tahun. Proses tersebut akan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Maka satu hal yang perlu dilakukan adalah kontinuitas/istiqomah.
4.Langkah konkrit
-sosialisasi nyata tujuan jangka panjang PP 51
-Perbaikan organisasi profesi,kembangkan pendidikan berkelanjutan, lindungi anggotanya, jadikan IAI sebagai rumah bagi para apoteker.
-kerja sama apoteker di berbagai bidang dalam rangka memperkokoh jaringan apoteker Indonesia.
KFN
Atau yang lebih dikenal dengan Komite Farmasi Nasional, adalah sebuah organisasi yang dibuat dengan tujuan sebagai wadah yang menentukan standar apoteker Indonesia, serta membuat korelasi antara standar yang telah ditetapkan dengan pendidikan apoteker Indonesia. Sehingga, ketika standar telah ditentukan, maka diharapkan pendidikan apoteker pun berjalan selaras untuk menciptakan apoteker apoteker yang sesuai dengan standar KFN.
Memang masih ada beberapa kelemahan dari penetapan standar tersebut, karena uji kompeetensi apoteker pun masih lebih condong ke farmasi komunitas dan farmasi klinik. Sehingga perlu dikaji lebih lanjut ,terutama untuk uji kompetensi apoteker apoteker yang bergeraak di bidang industri.
Demikian yang bisa saya sampaikan dari hasil seminar, semoga bisa memberikan pencerahan ‘bagaimana masa depan profesi farmasi ke depan?’
Malang, 10 oktober 2011
Uswatun khasanah.,S.Farm.,Apt.
Tuesday, 26 July 2011
malang-blitar
Perjalanan kali ini luar biasa, malang-blitar ditempuh dengan bus ekonomi (yang subhanalloh). sejak awal, saya bulatkan tekad dalam hati 'harus pake masker,klo gx pengen bersin bersin dan beler'. walhasil, mungkin tampak aneh untuk sebagian orang. saya duduk di tepi (kursi isi tiga orang), mengenakan masker, dan seperti biasa,sejak menaruh pantat di bus pasti tidak bisa membuka mata berlama lama alias tertidur.
dan, ternyata masker tidak hanya berguna untuk mencegah debu dan asap rokok langsung masuk ke lubang hidung saya, tapi juga bisa menutupi ekspresi wajah kita saat ketiduran. apalagi, posisi kursi di bus sangat tidak mendukung untuk menyandarkan kepala bagi orang orang dengan tinggi badan lebih dari 145 cm.
yang tidak akan kita temui di bus patas ac, dan hanya ada di bus ekonomi adalah para pengamen. tidak hanya 1 atau 2 orang, tapi hampir lebih dari 10 pengamen. beberapa pengamen memang memiliki suara yang lumayan untuk didengarkan, namun tidak jarang yang memekikkan telinga.
beberapa pengamen membawa salon dan bernyanyi life seperti dalam konser. terkadang hanya berbekal gitar, jika beruntung akan ada pengamen sekumpulan anak muda yang membawa gendang mini, gitar dan ecek ecek. klo yang seperti ini lumayan bagus dan enak didengar suaranya. bahkan saya sempat mengambil gambar beberapa pengamen dengan penampilan dan performa serta preparat yang bagus.
perjalanan malang- blitar ditempuh kurang lebih selama 4 jam, kemudian saya masih harus melanjutkan dengan naik minibus ke arah pasar srengat..rasanya uda mengantuk kuadrat dan hidung saya sudah mulai bekerja ekstra (bersin bersin), plus asam lambung yang berlebihan. kombinasi yang tepat. dan, parahnya saya lupa dimana posisi pasar srengat, untunglah ibu ibu yang duduk di samping saya juga turun di pasar srengat.
setelah berakhir di pasar srengat, saya putuskan untuk jalan kaki ke rumah bumil (twoti dika). ternyata lupa juga, rumahnya disisi sebelah mana (parah). untunglah ketika saya hubungi, bumil langsung nongol di depan rumahnya.
dasar tamu aneh, sampai di rumah orang bukannya mandi dulu atau membersihkan diri. setelah sholat magrib, saya langsung duduk di depan meja makan...(lah, siapa suruh pake acara dimasakin), kebetulan cacing cacing di sistem pencernaan saya sudah mulai berontak. saya jadi terharu, bumil sampe bela belain masak sayur sop, ayam bumbu kecap, dan pindang kuah (dalam rangka menyambut kedatangan saya). di posisi kepala meja makan ada mas hadi (suaminya bumil), disamping sebelah kanan ada pak parmana (ayahnya bumil), disamping ayahnya bumil, ada ibunya bumil. kemudian di sebelah kiri mas hadi ada bumil, dan saya di samping bumil.
saya sempat iri dengan pemandangan di depan saya (kapan ya???). yang mencuri perhatian saya, bumil ngambilin nasi buat mas hadi (memang harus seperti itu??????/kah???).
itu yang pertama, yang kedua : pencuri perhatian terbesar saya adalah bapak (rambutnya sudah beruban, bliau harus membaca tulisan pas dibawa lampu, kulit wajahnya cokelat tua)-mungkin akan seperti beliau pula-
ada beberapa perbedaan, pada saat saya mengenal bumil dan mas hadi ketika jaman kuliah dulu (pas mereka masih pacaran), dan sekarang (pas mereka sudah resmi menjadi suami istri). rasanya baru kemarin, kami bolak balik naik turun tangga ke lab.hewan, menghadap pak junaidi dengan perasaan berdebar debar (dimarahi lagi gx ya??/).
sebenarnya, kedatangan saya ke blitar kali ini dalam rangka memenuhi undangan walimatul ursy seorang teman. awalnya berencana untuk tidak datang, tapi bumil dengan mantapnya berucap "kau pengen dikira nangis bombay di rumah karena gx dateng??''...fiuh finally dateng juga (padahal pengen pulaang). memang sich, dulu..saya sempat dekat dengan mempelai pria (tapi, alhamdulillah..keburu sadar dan insyaf)-plak,tamparmuka-
acara nya di kediri, jadi hari ahad kami naek sepeda motor. saya sudah positif thinking..hmm...30 menit, ndak gitu jauh lah, tapi ternyata..lumayan jauh. sebenarnya, saya menikmati pemandangan di sepanjang jalan, banyak kebun jagung, gunung gunung bebatuan, sawah, semuanya berwarna hijau. tapi berhubung..matahari bersinar terik..dan alat pelindung diri (gloves) saya tidak lengkap, jadi better cepat sampai di lokasi, dan cepet pulang.
sempet nyasar beberapa meter (puluhan kayaknya), dan kami berhasil menemukan lokasi setelah melihat bus dengan plat AB (yogyakarta). yang membuat taring saya keluar (grrrhhh..), mas hadi..suaminya bumil..sempet sempetnya beramah tamah dengan supir bus (pake nanya, 'yogyanya mana pak???'). tidak tahu kah, saya sudah kepanasan dan kehausan. untunglah bumil juga sehati dengan saya (hahaha...kasian mas hadi-kena marah dua perempuan cerewet).
sampai di lokasi walimah yang pertama saya cari adalah air mineral (hahaha..tamu tidak tau diri..). sampai sampai air mineral bumil juga saya ambil alih. saya sempet bercengkerama dengan orang tua mempelai pria (eh..bapaknya masih inget loh sama saya..hahaha..ups..adeknya juga..so what gitu na ka'???). setelah agak sepi, kami memberi selamat kepada mempelai, dan berfoto bersama (tapi, sayang sekali, bapak tukang fotonya gx keren, jadi hasilnya gx fokus..or belum terbiasa dengan kamera jadul saya kemungkinan..hehehe).
saya menikmati perjalanan pulang kali ini, karena mas hadi sudah mudheng alur dan rute, tapi sayang lupa jepret jepret kebun jagung dan gunung batunya (okay,next time..insyalloh).
kembali dari blitar ke malang dengan bus yang sama, dan masih harus memakai masker.
noted:
1.gunakan masker kalo anda akan menggunakan bus.kereta ekonomi (apalagi klo gx tahan dengan debu, macam saya ini)
2.better, anda datang di undangan pernikahan mantan pacar/TTM/HTS anda (biar ndak dikira nangis bombay di rumah (hahaha..jijay bajay banget ya..)
3.sempatkanlah foto foto/jepret jepret lokasi/scene/view yang sekiranya jarang anda jumpai.
4.dan yang terpenting jangan lupa pake sarung tangan klo mengendarai motor,apalagi di bawah terik matahari
5.bawa air minum (biar gx memalukan, dateng dateng mengedarkan pandangan nyari air).
Monday, 4 July 2011
meninggalkan yang ditunggui/yang menunggu
tidak ada lagi yang saya tunggu..ya,tidak ada lagi yang harus saya tunggu, selain kepastian NYA.
Kemarin, saya masih menunggu dengan setia, membangun harapan yang kadang terseret tiupan angin hingga menipis. lalu, dengan penuh optimisme saya berusaha untuk mengembalikan harapan tersebut (tapi tidak mengembalikan waktu tunggu saya).
telah jelas di depan mata, apa yang baik menurut NYA, dan apa yang tidak baik menurut NYA. satu persatu pergi, dan itulah yang terbaik (untuk saya maupun untuk yang saya tunggui saya).
apakah saya menyesal???tidak, lebih tepatnya saya merasa bersalah (pada seseorang yang menunggu saya). bukan maksud hati untuk mendua, tapi saya pikir kau pun punya hak untuk mendua (jadi, kita 1-1). jika ternyata kau tidak mendua (hmmm..so sorry).
sekarang saya tidak lagi menunggu, baik di dalam kamar, di RS, di kampus, di rumah, dan dimanapun saya berada..feel free???of course...seperti terlepas dari ikatan rantai kapal (ah..lebay), dan bebas berpikir serta berekspresi.
yang saya tunggui??? saya pun tidak tau keberadaan nya saat ini (mungkin sedang di laut arafuru-menyelam- or sedang di hutan amazon-berburu- or they hav found d best place). jadi, menurut saya (saya berhak untuk tidak menunggu lagi). tidak ada lagi yang perlu saya khawatirkan, apakah yang saya tunggui akan tenggelam di laut lalu dimakan ikan hiu, or yang saya tunggui merana karena asma attack atau gastritis akut atau aterosclerosis (emang gue pikirin???). loh, koq jadi kejam???tidak kejam hanya menenangkan hati (sendiri).
lantas, gimana??masih adakah pekerjaa menunggu???yups..masih...tapi kali ini saya bebas (bisa saya tunggu sampai datang sendiri, atau saya paksa untuk datang lebih cepat). dan saya memilih option kedua. agar pijakan kaki saya semakin kuat dan kokoh (bukan kayak tales bogor loh ya...).
okay..sudah waktunya berbuka puasa (bedugnya uda bunyi nyaring)
nb: buat yang sedang menunggu or ditunggui (enjoy ur time)..saya capcus dulu ya....
Saturday, 2 July 2011
welcome (bahan alam=ijo,n i like green)
| hasil foto pribadi dilantai 5 fk ub |
setelah hampir satu bulan menginjakkan kaki di ranah prodi FARMASI fk UB...finally..placement lab/departemen ditetapkan juga untuk kami (dosen baru).
satu satunya pria yang diterima,yaitu mas alvan mendapat kehormatan untuk berada di lab.kimia organik (wow..mata kuliah yang selalu sukses membuat saya pusing..'ini elektronnya pindah kemana, mana yg lebih elektronegatif???kalo si a digabung si b jadinya apa???si z kali).
kemudian, mbak okta..our master of sience menduduki lab farmasetika (pas banget).
nana (yang paling muda di antara kami) akan bergaul dengan farmasi komunitas (saya suddenly teringat bu u*i dan bu wa*yu).
mami nabila ditempatkan di lab farmasi klinis (congrats mamiii......*mupeng*)
dan..saya....tararararara...selamat kepada saudara uka, anda mendapat kehormatan untuk bersanding di lab.bahan alam (pengen tak ganti namanya jadi farmakognosi dan fitofarmasi)...apakah ini sebuah karma karena ketika kuliah dulu saya pernah mengkhianati seorang teman yang pada awalnya kami berjanji akan menjalani hari hari skripsi di lab bahan alam (agak lebay), tapi ketika itu,saya malah berpaling ke lab.biomedik.
jika mereka bertanya 'apa yang akan kau lakukan di bahan alam??"...krik krik krik..saya pun masih bingung, dan tengah berusaha mencari format serta step yang tepat (really really need bu id*..meskipun dulu fitofarmaka saya cuma dapet B,klo gx C..alhamdulillah).
sekarang, saya tengah membalik isi neuron saya, menyelaraskan kembali lajur lajur dendrit di limbic sytem, agar mereka berkenan untuk jatuh hati pada bahan alam, lalu memerintah hipokampus, amygdala, NAc,VTA untuk membentuk memory yang kuat tentang bahan alam.
mengingat,sudah begitu banyak istilah,ilmu dan referensi tentang bahan alam (farmakognosi,fitokimia, fitofarmaka) yang sudah terhapus dari memory saya. jadi, kalau mau eksis dan narsis di bahan alam..ya harus belajar lagi..(harde).
dan, yang lebih harus ditekankan, karena basic dari prodi farmasi fk ub adalah clinis, maka saya akan memformat ulang setting 'irrasional' menjadikan nya 'RASIONAL'...
*cintai apa yang kau kerjakan,bukan kerjakan apa yang kau cintai*
Subscribe to:
Posts (Atom)