Search This Blog

Tuesday, 26 July 2011

malang-blitar

Perjalanan kali ini luar biasa, malang-blitar ditempuh dengan bus ekonomi (yang subhanalloh). sejak awal, saya bulatkan tekad dalam hati 'harus pake masker,klo gx pengen bersin bersin dan beler'. walhasil, mungkin tampak aneh untuk sebagian orang. saya duduk di tepi (kursi isi tiga orang), mengenakan masker, dan seperti biasa,sejak menaruh pantat di bus pasti tidak bisa membuka mata berlama lama alias tertidur.

dan, ternyata masker tidak hanya berguna untuk mencegah debu dan asap rokok langsung masuk ke lubang hidung saya, tapi juga bisa menutupi ekspresi wajah kita saat ketiduran. apalagi, posisi kursi di bus sangat tidak mendukung untuk menyandarkan kepala bagi orang orang dengan tinggi badan lebih dari 145 cm. 

yang tidak akan kita temui di bus patas ac, dan hanya ada di bus ekonomi adalah para pengamen. tidak hanya 1 atau 2 orang, tapi hampir lebih dari 10 pengamen. beberapa pengamen memang memiliki suara yang lumayan untuk didengarkan, namun tidak jarang yang memekikkan telinga. 

beberapa pengamen membawa salon dan bernyanyi life seperti dalam konser. terkadang hanya berbekal gitar, jika beruntung akan ada pengamen sekumpulan anak muda yang membawa gendang mini, gitar dan ecek ecek. klo yang seperti ini lumayan bagus dan enak didengar suaranya. bahkan saya sempat mengambil gambar beberapa pengamen dengan penampilan dan performa serta preparat yang bagus.

perjalanan malang- blitar ditempuh kurang lebih selama 4 jam, kemudian saya masih harus melanjutkan dengan naik minibus ke arah pasar srengat..rasanya uda mengantuk kuadrat dan hidung saya sudah mulai bekerja ekstra (bersin bersin), plus asam lambung yang berlebihan. kombinasi yang tepat. dan, parahnya saya lupa dimana posisi pasar srengat, untunglah ibu ibu yang duduk di samping saya juga turun di pasar srengat.

setelah berakhir di pasar srengat, saya putuskan untuk jalan kaki ke rumah bumil (twoti dika). ternyata lupa juga, rumahnya disisi sebelah mana (parah). untunglah ketika saya hubungi, bumil langsung nongol di depan rumahnya.

dasar tamu aneh, sampai di rumah orang bukannya mandi dulu atau membersihkan diri. setelah sholat magrib, saya langsung duduk di depan meja makan...(lah, siapa suruh pake acara dimasakin), kebetulan cacing cacing di sistem pencernaan saya sudah mulai berontak. saya jadi terharu, bumil sampe bela belain masak sayur sop, ayam bumbu kecap, dan pindang kuah (dalam rangka menyambut kedatangan saya). di posisi kepala meja makan ada mas hadi (suaminya bumil), disamping sebelah kanan ada pak parmana (ayahnya bumil), disamping ayahnya bumil, ada ibunya bumil. kemudian di sebelah kiri mas hadi ada bumil, dan saya di samping bumil.

saya sempat iri dengan pemandangan di depan saya (kapan ya???). yang mencuri perhatian saya, bumil ngambilin nasi buat mas hadi (memang harus seperti itu??????/kah???).
itu yang pertama, yang kedua : pencuri perhatian terbesar saya adalah bapak (rambutnya sudah beruban, bliau harus membaca tulisan pas dibawa lampu, kulit wajahnya cokelat tua)-mungkin akan seperti beliau pula-

ada beberapa perbedaan, pada saat saya mengenal bumil dan mas hadi ketika jaman kuliah dulu (pas mereka masih pacaran), dan sekarang (pas mereka sudah resmi menjadi suami istri). rasanya baru kemarin, kami bolak balik naik turun tangga ke lab.hewan, menghadap pak junaidi dengan perasaan berdebar debar (dimarahi lagi gx ya??/).

sebenarnya, kedatangan saya ke blitar kali ini dalam rangka memenuhi undangan walimatul ursy seorang teman. awalnya berencana untuk tidak datang, tapi bumil dengan mantapnya berucap "kau pengen dikira nangis bombay di rumah karena gx dateng??''...fiuh finally dateng juga (padahal pengen pulaang). memang sich, dulu..saya sempat dekat dengan mempelai pria (tapi, alhamdulillah..keburu sadar dan insyaf)-plak,tamparmuka-

acara nya di kediri, jadi hari ahad kami naek sepeda motor. saya sudah positif thinking..hmm...30 menit, ndak gitu jauh lah, tapi ternyata..lumayan jauh. sebenarnya, saya menikmati pemandangan di sepanjang jalan, banyak kebun jagung, gunung gunung bebatuan, sawah, semuanya berwarna hijau. tapi berhubung..matahari bersinar terik..dan alat pelindung diri (gloves) saya tidak lengkap, jadi better cepat sampai di lokasi, dan cepet pulang.

sempet nyasar beberapa meter (puluhan kayaknya), dan kami berhasil menemukan lokasi setelah melihat bus dengan plat AB (yogyakarta). yang membuat taring saya keluar (grrrhhh..), mas hadi..suaminya bumil..sempet sempetnya beramah tamah dengan supir bus (pake nanya, 'yogyanya mana pak???'). tidak tahu kah, saya sudah kepanasan dan kehausan. untunglah bumil juga sehati dengan saya (hahaha...kasian mas hadi-kena marah dua perempuan cerewet).

sampai di lokasi walimah yang pertama saya cari adalah air mineral (hahaha..tamu tidak tau diri..). sampai sampai air mineral bumil juga saya ambil alih. saya sempet bercengkerama dengan orang tua mempelai pria (eh..bapaknya masih inget loh sama saya..hahaha..ups..adeknya juga..so what gitu na ka'???). setelah agak sepi, kami memberi selamat kepada mempelai, dan berfoto bersama (tapi, sayang sekali, bapak tukang fotonya gx keren, jadi hasilnya gx fokus..or belum terbiasa dengan kamera jadul saya kemungkinan..hehehe).

saya menikmati perjalanan pulang kali ini, karena mas hadi sudah mudheng alur dan rute, tapi sayang lupa jepret jepret kebun jagung dan gunung batunya (okay,next time..insyalloh).

kembali dari blitar ke malang dengan bus yang sama, dan masih harus memakai masker.
noted:
1.gunakan masker kalo anda akan menggunakan bus.kereta ekonomi (apalagi klo gx tahan dengan debu, macam saya ini)
2.better, anda datang di undangan pernikahan mantan pacar/TTM/HTS anda (biar ndak dikira nangis bombay di rumah (hahaha..jijay bajay banget ya..)
3.sempatkanlah foto foto/jepret jepret lokasi/scene/view yang sekiranya jarang anda jumpai.
4.dan yang terpenting jangan lupa pake sarung tangan klo mengendarai motor,apalagi di bawah terik matahari
5.bawa air minum (biar gx memalukan, dateng dateng mengedarkan pandangan nyari air).

No comments:

Post a Comment