tidak ada lagi yang saya tunggu..ya,tidak ada lagi yang harus saya tunggu, selain kepastian NYA.
Kemarin, saya masih menunggu dengan setia, membangun harapan yang kadang terseret tiupan angin hingga menipis. lalu, dengan penuh optimisme saya berusaha untuk mengembalikan harapan tersebut (tapi tidak mengembalikan waktu tunggu saya).
telah jelas di depan mata, apa yang baik menurut NYA, dan apa yang tidak baik menurut NYA. satu persatu pergi, dan itulah yang terbaik (untuk saya maupun untuk yang saya tunggui saya).
apakah saya menyesal???tidak, lebih tepatnya saya merasa bersalah (pada seseorang yang menunggu saya). bukan maksud hati untuk mendua, tapi saya pikir kau pun punya hak untuk mendua (jadi, kita 1-1). jika ternyata kau tidak mendua (hmmm..so sorry).
sekarang saya tidak lagi menunggu, baik di dalam kamar, di RS, di kampus, di rumah, dan dimanapun saya berada..feel free???of course...seperti terlepas dari ikatan rantai kapal (ah..lebay), dan bebas berpikir serta berekspresi.
yang saya tunggui??? saya pun tidak tau keberadaan nya saat ini (mungkin sedang di laut arafuru-menyelam- or sedang di hutan amazon-berburu- or they hav found d best place). jadi, menurut saya (saya berhak untuk tidak menunggu lagi). tidak ada lagi yang perlu saya khawatirkan, apakah yang saya tunggui akan tenggelam di laut lalu dimakan ikan hiu, or yang saya tunggui merana karena asma attack atau gastritis akut atau aterosclerosis (emang gue pikirin???). loh, koq jadi kejam???tidak kejam hanya menenangkan hati (sendiri).
lantas, gimana??masih adakah pekerjaa menunggu???yups..masih...tapi kali ini saya bebas (bisa saya tunggu sampai datang sendiri, atau saya paksa untuk datang lebih cepat). dan saya memilih option kedua. agar pijakan kaki saya semakin kuat dan kokoh (bukan kayak tales bogor loh ya...).
okay..sudah waktunya berbuka puasa (bedugnya uda bunyi nyaring)
nb: buat yang sedang menunggu or ditunggui (enjoy ur time)..saya capcus dulu ya....
No comments:
Post a Comment