hari ke-tiga mbak iya' febris sejak ahad kemarin. saya uda paranoid dengue fever, meskipun hanya dengan gejala pilek, demam, dan pusing.
mbak iik sedang ujian akhir semester, semakin kepikiran kuadrat (pangkat dua). ada ibu sich di rumah (tapi,saya tidak bisa mengandalkan ibu).
membayangkann saja rasanya demikian khawatir. bukan khawatir akan diri saya, tapi adik adik saya. tidak lah mungkin saya berlepas tangan atas masa depan, pendidikan dan pembentukan karakter mereka. pun, memposisikan diri saya sebagai penanggungjawab sepenuhnya terhadap mereka adalah sebuah pilihan yang sangat berat, namun saya harus memilhnya. karena jika bukan saya, maka siapa lagi???
beberapa bulan yang lalu, semangat untuk menggenapkan separuh agama begitu utuh (ibarat gelas,maka gelas tersebut telah terisi air penuh). namun, saat berhadapan dengan hal hal seperti tertulis di atas,ia menjadi terguncang (dan air di dalam gelaspun tumpah,sehingga tidak lagi terisi penuh).
jika memang saya harus memilih jalan ini, maka biarkan saya teguh wahai Pemilik kehidupan.
No comments:
Post a Comment