Search This Blog

Wednesday, 8 June 2011

diskusi pertama (still comparing)

kemarin setelah puas duduk manis di ruang 602 FK UB untuk mendengarkan presentasi ISO per-bagian (sok serius menyimak), akhirnya kami putuskan untuk kabur dengan alasan mengikuti kuliah pak bambang (ketua prodi farmasi), tapi emang beneran mengikuti kuliah.

sebelum mengikuti kuliah,isi perut dulu di kantin perpus UB. niatnya beli nasi goreng, karena terinspirasi dari harga murahnya, cuma 5000 perak loh. setelah saya terima sepiring nasi goreng..."loh??koq???dikit ama????apa porsi makan mahasiswa UB emang dikit semua ya????" (wondering dalam hati). dibandingkan dengan porsi makan di kantin FF unair (jauh gilak..). ini adalah kali pertama saya melewati pintu belakang FK UB,kemarin kemarin saya ke perpus UB lewat pintu depan,walhasil harus muter. setelah makan dan sholat, lalu menghadap ke prodi farmasi (biasa anak baru harus memperkenalkan diri dulu), kami kembali ke lantai 6 FK UB (setor muka)..duduk sebentar (acara belum dimulai), dan pas jam 13.30 kabuuuurrrr....turun ke lantai 3 dan mengikuti kuliah.

kali ini adalah kuliah mahasiswa farmasi semester 4 (mata kuliah managemen apotek dengan topik pendirian apotek). rasanya berbeda sekali berrada di ruang diskusi ini, dengan ruang diskusi farmasi unair (masih suka membandingkan). bukan masalah perbedaan secara fisik,tapi psikis dan suasana.

pada jaman dahulu kala ketika saya masih kuliah di fak.farmasi unair. ketika seseorang sedang presentasi,maka kami akan diam seribu bahasa (mendengarkan) entah mengerti/entah tidak.tidak ada celoteh celoteh ringan atau gaya presentasi yang tidak 'serius'. kemudian dibuka sesi tanya jawab, maka akan semakin senyap untuk beberapa saat. sampai akan ada tangan yang terangkat (bisa ditebak tangan siapa itu), dengan tipikal pertanyaan yang (hayooo????kau kalian tahu tidak jawabannya???) or 'ng-tes' ..(saya termasuk salah satu orang yang hobi memberikan pertanyaan ng-tes, tapi sudah mulai saya kurangi). kemudian, pertanyaan tersebut akan berkembang hingga ke akar permasalahan (gilee...temen kuliah saya dulu pinter pinter banget ya...),sampai kadang kadang kami pun (mahasiswa setengah setengah) tidak se-frekuensi dengan si penanya. jika disimpulkan, presentasi di FF UNAIR berarti harus mempersiapkan diri untuk sebuah 'pembantaian'. jadi, kalau tidak siap dibantai jangan coba coba untuk unjuk gigi a.k.a persentasi.

sangat berbeda ketika kemmarin saya mengikuti presentasi mahasiswa semester 4 faarmasi UB. mereka mem-presentasikan tugas dengan ringan hati dan ceria (ada yang centil juga..hehehe). ketika sesi tanya jawab dibuka..beberapa orang langsung mengangkat tangan. tipikal pertanyaan nya pun bukan lah sebuah pertanyaan ng-'tes' tapi memang pertanyaan yang benar benar mereka tidak tahu dan mereka ingin tahu apa jawabannya. memang ada pertanyaan yang 'mengejar' dan ng-'tes', tapi hanya 1 di antara 10. 

suasana diskusi yang sangat berbeda.. hingga saya berpikir..'apakah memang seharusnya demikian diskusi mahasiswa itu dilakukan???'. atau kah jaman memang sudah berubah, hingga dimanapun di ujung universitas bangsa ini, mahasiswa telah ber-metamorfosis???

saya termasuk salah satu di antara calon dosen dan mantan mahasiswa yang menyukai diskusi yang 'semi serius', dalam artian ketika si presenter menyampaikan presentasinya tidak ada seorang pendengar pun yang sibuk atau bicara sendiri, nmun ketika sesi tanya jawab dibuka, maka seluruh mahasiswa mampu untuk bertanya dan berpikir kritis.

masih harus lebih banyak lagi belajar dan belajar,suatu saat mungkin saya harus mengikuti presentasi dari mahasiswa prodi yang lain di FK UB. atau bahkan saya harus duduk lagi di kursi FFUA (sekadar mengetahui dan membuka wawasan).

whatever is it...jayalah FARMASI...
'no pharmacist no service'

2 comments: