Perlukah pemantaun blood glukosa pada pasien COPD dengan terapi steroid (methylprednisolon)?
Salah satu efek dari pemberian steroid adalah menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Hal ini saya alami ketika berada di ward. Saat itu pasien adalah ny.x dengan diagnose COPD dan menerima terapi methylprednisolon i.v 3 x 62,5 mg. setelah 2 hari pemberian methylprednisolon dilakukan pengecekan kadar gula darah (GDP dan GD2PP), dan didapatkan kadar blood glukosa di atas normal. Akhirnya, pasien tersebut dirawat bersama dengan endokrinologi. Kami masih belum memberikan terapi untuk menurunkan gula darah ,karena ada factor steroid pada pasien tersebut. Selanjutnya,dilakukan pengecekan kadar gula darah ulang keesokan hari (GDP dan GD2PP), untuk memastikan sekali lagi. Dan kadar gula darah pasien tetap diatas normal, namun tidak mengalami kenaikan jika dibandingkan degan data gula darah sebelumnya.ehem..dan, masih belum kami berikan terapi untuk menurunkan kadar gula darah pasien tersebut.
Untuk memastikan apakah pasien tersebut memang benar mengalami gejala hiperglikemia, maka kami melakukan tes HBA1C keesokan harinya.dan ternyata…HBA1C pasien ny.x normaall…jadi, kami menyimpulkan bahwa kenaikan kadar gula darah pasien tersebut disebabkan oleh pemberian methylprednisolon.dan, pasien tetap tidak mendapatkan terapi antihiperglikemi.
No comments:
Post a Comment