selama ini,mungkin kita sudah begitu sangat kenal dengan obat antihipertensi,mulai dari golongan hingga farmakologi. namun, saya baru saja tersadar bahwa saya belum memahami farmakokinetik obat obat antihipertensi tersebut (setelah membaca sebuah review 'the correct admnistration of antihypertensi drugs according to the principle of clnical pharmacology')
berikut adalah ringkasan dari review tersebut :
target dari terapi hipertensi adalah normal blood pressure,yaitu systole 130-139 dan diastole 80-89. dan perlu diingat,bahwa penuruna BP pada nilai normal mampu menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit cardiovaskuler.
beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan penurunan BP adalah adanya comorbid seperti DM, dan CKD. jadi,pemberian antihipertensi harus mempertimbangkan beberapa hal,yaitu :
-potensi obat antihipertensi tersebut (derajat penurunan tekanan darah)
-DOA : duration of Action ( terkait target dalam BP dalam 24 jam), dan waktu evaluasi/cek BP.
untuk mengetahui kombinasi antihipertensi apa yang mampu memberikan efek penurunan dan mempertahankan BP dalam nilai normal selama 24 jam ,maka kita harus mengetahui farmakokinetik antihipertensi (selama dibangku kuliah belum diajarkan farmakokinetik untuk antihipertensi).
a. Linear dose respon
peningkatan dosis ekuivalen dengan peningkatan potensi antihipertensi dan penurunan BP, serta ekuivalen dengan efek samping AHT.
contoh antihipertensi dengan linear drug respon ; golongan CCB (ca channel blocker), furosemid, HCT, beta-blocer, alfa-1 antagonis.
b. nonlinear drug respon
derajat penurunan BP tidak dipengaruhi oleh tinggi/rendahnya dosis AHT (penurunan BP yang sama diperoleh pada dosis tinggi/rendah). akan tetapi pada dosis yang lebih tinggi kadar obat yang berada pada rentang Css (konsentrasi steady state) akan lebih lama,sehingga DOA obat juga meningkat dan mampu mempertahankan BP pada rentang normal lebih lama.
contoh antihipertensi dengan nonlinear drug respon : golongan ACEI
c. antihipertensi yang memiliki efek penurunan BP dengan kurva flat dalam waktu 24 jam, dan peak yang lebih dari 24 jam. sehingga pemeriksaan BP harus dilakukan juga pada saat kadar puncak obta antihipertensi.
contoh antihipertensi yang termasuk dalam golongan ini adalah ARB, namun hal ini juga masih diperdebatkan apakah ARB termasuk antihipertensi dengan linear drug respon atau tidak.
beberapa kombinasi rasional AHT :
ARB/ ACEI (full dose) + diuretik (low dose)
ACEI + CCB atau ARB + CCB
most important : target terapi antihipertensi adalah : pencapaian tekanan darah yang konstan (normal) selama 24 jam .
so,kuncinnya adalah : bagaimana mengkombinasikan antihipertensi tersebut sehingga diperoleh efek penurunan konstan BP.
literatur : medscape ' Correct Administration of Antihypertensive Drugs'

No comments:
Post a Comment