Search This Blog

Saturday, 7 May 2011

SCHOLARSHIIPPPP...

magrib di rs

first of all..alhamdulillah for today...pasien yang bagus bagus k.u (kondisi umum) nya,ya...c.m lah..meskipun,ada juga yang jelek, dan must drip nor epinefrin..or yang cerewetnya minta ampun (sampe ngeluarin jurus skak mat sentence).

selalu ada yang menarik dan bermakna ketika menyusuri lorong lorong RS,apalagi klo jalan nya pas habis maghrib..hmm..i feel the different..

seperti kemaren-jumat-,saya terpaksa lembur di apotek menyelesaikan pr yang sudah menumpuk sejak hari senin. awalnya cuma berniat sampai jam lima...tapi,ternyata pr saya belum selesai,daripada bawa pr pulang ke kosan..mending saya kerjain sekalian pulang malem. pas ,tepat habis magrib,pr saya kelar..setelah sholat..capcus...langsung pulang. kali ini rute yang saya pilih bukan lewat jalan belakang rs,tapi lewat lorong lorong rs. saat itu masjid ibnu sina penuh dengan manusia manusia yang menghadapkan wajahnya pada sang pencipta...

saat menjelang magrib rs menjadi tempat 'wisata' tersendiri bagi para pengunjung (yang mau ngejenguk saudara/tetangga). beberapa orang datang berombongan, kadang sampe nyewa angkot .

pun bagi saya,pemandangan rs pada malam hari menjadi pelajaran tersendiri. melihat keluarga pasien yang menggelar tikar di lorong lorong ruangan. menyiapkan alas tidur senyaman dan senyenyak mungkin untuk menyambut malam-yang pastinya akan beradu dengan dingin-. 
sepanjang jalan,saya edarkan pandangan sejauh  dan seluas mungkin..menjangkau sudut-sudut yang kadang saya abaikan ketika berjalan dengan terburu-buru (biasa..hobi telat). menjangkau orang orang yang membuat petak -petak dengan karpet di depan ruang ICU,obgyn, combutio. menikmati pemandangan di sekitar ruang pediatric (banyak anak kecil lucu). lalu melewati lorong sepi di sepanjang ruang 26..(asli,serem). sengaja, saya mempercepat langkah,agar segera sampai di depan lobi paviliun. di luar rs, saya sudah disambut dengan dingin nya malang (setelah seharian diguyur hujan)..dan,terbayang,bagaimana para keluarga pasien tersebut menghabiskan malam di lorong lorong rs?????


betapa saya bersyukur dengan nikmat yang Alloh berikan..cukuplah saya menjadi salah satu pintu untuk membantu saudara saudara saya di rs..cukuplah saya menerima setiap pertanyaan dan komplain (meskipun, kadang muncul rasa kesal). 

semoga Alloh memberi kesembuhan kepada mereka yang sakit, dan mengampuni dosa dosa nya..dan semoga Alloh tetap menjadikan hati saya dijalan NYA,sehingga tampaklah setiap hikmah dan makna dari detik detik kehidupan..aamiin.

TAXAN-is

Taxan adalah salah satu antineoplastic drug yang berasal dari kulit batang tanaman sejenis cemara  pasifik Taxus brevifolia (taxaceae) atau kita lebih mengenalnya dengan nama PACLITAXEL.
Dan semisintesis dari precursor taxan merupakan derivate dari jarum tanaman cemara eropa, Taxus baccata. Dan, kita lebih engealnya dengan nama DOCETAXEL
Apa yang istimewa dari golongan TAXAN ??
Tidak  seperti antineoplastic yang lain,taxan tergolong agak ‘rewel’, sehingga membutuhkan perhatian khusus pada cara administasi obat tersebut.  Paclitaxel berupa serbuk putih yang tdak larut dalam air; larut dalam alcohol (USP 29). Sehingga eksipien dari paclitaxel adalah : ethanol, asam sitrat anhydrous, dan macrogolglycerol ricinoleate (polyethoxylated castor oil). Adakah yang spesial dari pelarut tersebut??
Macrogolglycerol ricinoleate termasuk senyawa polyethoxylated castor oil yang mampu melepaskan senyawa komponen PVC (polivinylclorida) yaitu DEHP [di-(2-ethylhexyl)phthalate]. Jumlah DEHP yang terlepas akan ekuivalen dengan konsentrasi dan lamanya larutan paclitaxel disimpan dalam wadah tersebut.
Apakah DEHP itu??? DEHP adalah senyawa kimia yang ditambahkan pada ke prosespembuatan plastik dengan tujuan agar lebih flexible/elastic. DEHP berupa cairan yang tidak berwarna/bening, dan no odor (tidak beraroma). DEHP hampir digunakan pada semua produk yang terbuat dari plastic. Akan tetapi, DEHP tidak mudah menguap ataupun larut air,sehingga jumlah DEHP yang release dilingkungan sekitar kita sangat sangat kecil.
Nah,apa yang terjadi jika tubuh kita terpapar DEHP dalam jumlah besar?beberapa penelitian pada tikus (rat) dan mencit (mice) menyebutkan bahwa paparan DEHP dalam jumlah besar dapat meyebabkan gangguan pada fungsi liver, dan sistem reproduksi  (bersifat toxic dan karsinogenik).
Untuk menghindari hal tersebut, maka paclitaxel atatupun docetaxel harus dilarutkan dan disimpan dalam wadah infuse yang terbuat dari bahan non PVC, beberapa pilihan yang bisa dipakai antara lain: wadah infuse dari gelas/botol kaca, polypropylene, atau polyolefin. Dan alat infuse set yang digunakan pun berbeda dari infuse set/blood set pada umumnya.
Pada praktek dilapangan,paclitaxel/docetaxel masih dilarutkan dan disimpan dalam wadah infuse yang  biasanya (bukan gelas kaca) –dan,saya juga belum ngecek tuh wadah dari bahan plastic apa….hehehe…Cuma untuk infuse set kita sudah menggunakan infuse set khusus untuk administrasi/pemberian paclitaxel/docetaxel.

Pustaka : martindale; FDA safety for DEHP; Toxicology environment

Friday, 6 May 2011

aku dan kasur


lewat hujan dia menyapa q dengan lembut,
melantunkan takdir yang telah tertulis pada lembaran2 laul mahfudz..
memang tdak sempurna layaknya singgasana raja
tapi, kami yakin dibalik kekurangan itu,ada mimpi indah yang terangkai
sebuah kisah yang kelak akan kami kenang untuk anak cucu..
dan, saat itu kami akan berkata 'di bawa naungan cinta NYA lah kami melangkah membangun mimpi'

*antara aq dan kasur*

Wednesday, 4 May 2011

Steroid vs blood glucosa


Perlukah pemantaun blood glukosa pada pasien COPD dengan terapi steroid (methylprednisolon)?
Salah satu efek dari pemberian steroid adalah menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Hal ini saya alami ketika berada di ward. Saat itu pasien adalah ny.x dengan diagnose COPD dan menerima terapi methylprednisolon i.v  3 x 62,5 mg. setelah 2 hari pemberian methylprednisolon dilakukan pengecekan kadar gula darah (GDP dan GD2PP), dan didapatkan kadar blood glukosa di atas normal. Akhirnya, pasien tersebut dirawat bersama dengan endokrinologi. Kami masih belum memberikan terapi untuk menurunkan gula darah ,karena ada factor steroid pada pasien tersebut. Selanjutnya,dilakukan pengecekan kadar gula darah ulang keesokan hari (GDP dan GD2PP), untuk memastikan sekali lagi. Dan kadar gula darah pasien tetap diatas normal, namun tidak mengalami kenaikan jika dibandingkan degan data gula darah sebelumnya.ehem..dan, masih belum kami berikan terapi untuk menurunkan kadar gula darah pasien tersebut. 
Untuk memastikan apakah pasien tersebut memang benar mengalami gejala hiperglikemia, maka kami melakukan tes HBA1C keesokan harinya.dan  ternyata…HBA1C pasien ny.x normaall…jadi, kami menyimpulkan bahwa kenaikan kadar gula darah pasien tersebut disebabkan oleh pemberian methylprednisolon.dan, pasien tetap tidak mendapatkan terapi antihiperglikemi.

Sebuah penelitian  dari “The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism” yang berjudul “Continuous Monitoring Of Circadian Glycemic Patterns In Patients Receiving Prednisolone for COPD”  menunjukkan bahwa pasien COPD baik dengan DM maupun non-DM  yang menerima terapi prednisone 30 mg/day mengalami kenaikan gula darah ± 200mg/dl (bermakna secara significant dibandingkan dengan kelompok kontrol –pasien COPD dengan DM yang tidak menerima terapi prednisone). Pengukuran kadar gula darah dilakukan pada siang hari dan sore hari, karena kenaikan gula darah yang disebabkan oleh steroid dominant pada tengah hari (siang-midday), dan tengah malam (midnite). Dan, apakah perlu diberikan terapi antihipergliemia ? berdasarkan jurnal tersebut,terapi antihipergliemia diberikan  pada saat terjadi kenaikan kadar gula darah yang dominat (midday dan midnite).

Namun, sekali lagi, masih perlu dilakukan penelitian leih lanjut terkait dengan penggunaan terapi anithipergliemia pada pasien COPD yang menerima steroid.