sore sore..ujan ujan...fiuh....terpaksa jalan kaki naek angkot,keterak angin..abaya nya basah (yang bawa doank sich), kaoskaki basah (gx bawa ganti pula,jadilah pas pulang telanjang kaki,tak berkaos kaki). salah naek angkot (mustinya AL, tapi kenapa malah naek ADL?????) walhasil turun di depan gang, dan masih harus jalan kaki (meskipun diputuskan untuk naek becak...eh,si abang becak kunaon atuh..tak tau masjid al-mukminun. sampai di masjid..alhamdulillah..baru baca doa robithoh..berarti kajian nya belum dimulai. ..and then salaman sama mbak mbak trus cipika cipiki.
kajian bulanan kali ini akan diisi oleh salah satu ustadz yang cukup populer di malang (lebih akrab dengan panggilan gus mus..or sapa ya tadi....lupa) . beliau memiliki pondok pesantren dan salah satu pemerhati pendidikan anak- anak or kalo diterjemahkan ke bahasa arab menjadi 'tarbiyatul aulad'.
diawali dengan Q.S At- Thagabun:14..ada 3 tabiat anak didalam Al quran :
1.sesungguhnya ada di antara suami/istri/anak kamu yang menjadi musuh bagimu
2.sesungguhnya ada di antara suami/istri/anak/harta kamu yang menjadi fitnah bagimu
kemudian dilanjutkan dengan Q.S Al-Furqon
3.anak anak yang sholeh dan menyenangkan hati orang tuanya (qurrota'ayun)
darimana kita melihat kualitas seorang anak?
masih ingat ' Alloh akan menaikkan derajat orang -orang yang beriman dan berilmu'
jadi,orang tua yang sukses adalah orang tua yang selalu berusaha menjadikan anak-anakny manusia manusia yang beriman dan berilmu.
gimana caranya supaya beriman dan berilmu???
ada 2 pendidikan wajid yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua terhadap anak-anaknya, yaitu :
1. pendidikan dhohir/fisik, include : sekolah, ngaji
yang harus diingat adalah :bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk mendahulukan hak/kepentingan anak-anaknya dibanding kepentingan pribadi orang tua tersebut (belum sempet buka riyadhus)..*alasan*
jadi,sungguh ironis sekali jika ada orang tua yang mengaku tidak mampu menyekolahkan anak-anakny,tapi bapaknya menghabiskan sebungkus rokok perhari..atau orang tua yang menolak dengan mentah mentah keinginan/kesungguhan anaknya untuk bersekolah/menuntut ilmu..atau orang tua yang menggerutu ketika pada pergantian semester (pasti bayar uang semester lagi...)..karena sesungguhnya tiap tiap anak itu telah dijamin oleh Alloh penghidupannya.dan tiap sen uang/materi/tenaga/pikiran yang dikeluarkan oleh orang tua untuk mendidik/menyekolahkan anaknya adalah amal ibadah yang akan dibalas berlipat oleh Alloh.
mampu sendiri ..-kata pak ustadz- berasal dari kata istatoa,yang artinya sanggup..bisa saja orang tua sebenernya gx mampu,tapi ikhtiar itu wajid,sehingga muncullah istatoa/sanggup.
2. pendidikan bathin
dibagi menjadi 2 : sebelum lahir (mulai dari proses calon orang tua berkenalan,hingga melangsungkan akad nikah,pas mengandung buah hatinya..etc)
sesudah lahir :
a. aqiqah pada hari ke-7 post kelahiran,sekaligus memberikan nama (inget,nama adalah doa)
b.memberikan nafkah kepada anak berupa rezeki yang halal (jangan sekali kali memberikan rejeki yang haram,karena makanan tersebut akan menjadi darah/sumber energi/ATP/cadangan glukosa yang dipakai di tiap jejak perbuatannya). maka apakah mungkin seorang anak yang sholeh akan terwujud dari sumber energi/rejeki yang haram?????
c. memberi contoh/teladan : sebuah perintah tanpa kata adalah teladan..
berdasarkan kata pak ustad : sejak umur 5/6 tahun seorang anak harus sudah terbiasa untuk bangun sholat shubuh.
kemudian,pada usia 10 tahun..orang tua berhak untuk memukul anaknya,jika anaknya meninggalkan sholat.
d. DOA...satu satunya kekuatan yang hanya dimiliki oleh seorang muslim..satu satunya kekuatan yang mampu mengubah yang impossible menjadi possible (tapi ya tetep harus ikhtiar euy)..
maka,sebutlah satu persatu nama anak2 didalam tiap sholat ,sujud, dan qiyamul lail kita (hmm..saya beum punya anak sich). karena salah satu doa yang tidak tertolak di hadapan Alloh adalah doa orang tua untuk anak-anaknya.
dan saya terus berpikir dalam hati 'kepada siapakah kelak saya akan belajar untuk mendidik anak-anak saya???'
semoga Alloh menjadikan kita para orang tua/calon orang tua yang senantiasa berdoa untuk kebaikan anak anak kita (kelak..-saya-)..aamiin.
*hampir meneteskan air mata..(mengingat beliau)*