episode d truly woman...
setelah puas (dan agak vomit) dengan kuliah dari seorang herbalis sekaligus wirausahawan yang sukses meraup keuntungan dari jerih payahnya dengan tanaman obat tradisional dan vco, saya dan mami nabila memutuskan untuk 'rencananya : nyari kado buat mbak dwi'. awalnya, kami berniat untuk bergerilya ke pasar besar, namun setelah melalui pertimbangan yang cukup alot dan setelah saya numpang tidur siang sebentar di kosan mami,maka kami putuskan untuk searching di hypermart matosh.
fiuh..baru sampai di parkiran, ramainya sudah terbayang di depan mata (wondering dalam hati' ini hari apa sich??"oya,kan tanggal merah ya..pantes). sampai di hypermart, kami langsung menuju 'target operation' gx pake acara tengok kanan kiri. liat liat harga dan model, maka terpilihlah..tapi....tidak bisa kami beli sekarang et causa saya gx bawa kartu matahari..(wkakaka...ketauan kalo diskonan).
yauda..tak bisa dihindari lagi,tanpa sengaja lensa mata kami menatap deretan angka diskon dan harga murah. awalnya cuma mau nyari lemari, jadi ngelantur keliling matosh. bermula dari kotak makan dan gelas, kemudian lirik lirik blender, rice cooker, sampe tv flat (meskipun cuma lirik2). kemudian berlanjut ke bantal...(haish),lalu ke stand sayur dan buah...*histeris*...hiyaaaa......seandainya saya uda menikah...fiuh...(kasian banget ya suami saya ntar..istrinya mudah terbujuk rayu oleh diskon).
tapi beneran, kalo saya pribadi bukan masalah diskon atau tidak, ataupun di mall or di pasar tradisional yang becek tak ada ojek. melihat deretan sayur,buah,bumbu dapur, ikan, daging, dan semua pernak pernik rumah adalah sebuah moment tersendiri untuk sepenuhnya menjadi seorang 'perempuan'. meskipun hanya bisa melihat, dan masih belum memungkinkan untuk membeli (mau ditaruh dimana?????di kamar kosan??). paling tidak, cukup ampuh untuk mengingatkan kodrat sebagai seorang 'wanita' (ahahay..biar gx lupa diri).
selain itu, banyak melihat pernak pernik rumah = banyak keinginan 'wah,ntar rumah q akan q isi dengan ini, ini, itu, ini, dan itu, ini, itu, dan itu, itu... = banyak pertimbangan or bahasa kerennya 'skala prioritas' = melatih diri untuk membuat simple acting plan (apalagi kalo rentang waktu diskonnya uda mepet pet pet)..
tapi, buat yang sulit/tidak bisa menahan diri...jangan coba coba..atau anda akan tersesat di belantara diskon, masih mending kalo terbeli,nah kalo tidak..lalu terbayang bayang dimata sepanjang perjalanan pulang sampe terbawa mimpi (gawat).
alhamdulillah, saya cukup bisa menahan diri hari ini (meskipun dalam hati uda dag dig dug dueerr)..*lebay*
ceritanya windowshopping ini akan berlanjut besok, karena masih ada yang harus terbeli (hehehe)
wanita = belanja itu meningkatkan release endorfin (uda ada penelitian nya belum ya??/)
setelah puas (dan agak vomit) dengan kuliah dari seorang herbalis sekaligus wirausahawan yang sukses meraup keuntungan dari jerih payahnya dengan tanaman obat tradisional dan vco, saya dan mami nabila memutuskan untuk 'rencananya : nyari kado buat mbak dwi'. awalnya, kami berniat untuk bergerilya ke pasar besar, namun setelah melalui pertimbangan yang cukup alot dan setelah saya numpang tidur siang sebentar di kosan mami,maka kami putuskan untuk searching di hypermart matosh.
fiuh..baru sampai di parkiran, ramainya sudah terbayang di depan mata (wondering dalam hati' ini hari apa sich??"oya,kan tanggal merah ya..pantes). sampai di hypermart, kami langsung menuju 'target operation' gx pake acara tengok kanan kiri. liat liat harga dan model, maka terpilihlah..tapi....tidak bisa kami beli sekarang et causa saya gx bawa kartu matahari..(wkakaka...ketauan kalo diskonan).
yauda..tak bisa dihindari lagi,tanpa sengaja lensa mata kami menatap deretan angka diskon dan harga murah. awalnya cuma mau nyari lemari, jadi ngelantur keliling matosh. bermula dari kotak makan dan gelas, kemudian lirik lirik blender, rice cooker, sampe tv flat (meskipun cuma lirik2). kemudian berlanjut ke bantal...(haish),lalu ke stand sayur dan buah...*histeris*...hiyaaaa......seandainya saya uda menikah...fiuh...(kasian banget ya suami saya ntar..istrinya mudah terbujuk rayu oleh diskon).
tapi beneran, kalo saya pribadi bukan masalah diskon atau tidak, ataupun di mall or di pasar tradisional yang becek tak ada ojek. melihat deretan sayur,buah,bumbu dapur, ikan, daging, dan semua pernak pernik rumah adalah sebuah moment tersendiri untuk sepenuhnya menjadi seorang 'perempuan'. meskipun hanya bisa melihat, dan masih belum memungkinkan untuk membeli (mau ditaruh dimana?????di kamar kosan??). paling tidak, cukup ampuh untuk mengingatkan kodrat sebagai seorang 'wanita' (ahahay..biar gx lupa diri).
selain itu, banyak melihat pernak pernik rumah = banyak keinginan 'wah,ntar rumah q akan q isi dengan ini, ini, itu, ini, dan itu, ini, itu, dan itu, itu... = banyak pertimbangan or bahasa kerennya 'skala prioritas' = melatih diri untuk membuat simple acting plan (apalagi kalo rentang waktu diskonnya uda mepet pet pet)..
tapi, buat yang sulit/tidak bisa menahan diri...jangan coba coba..atau anda akan tersesat di belantara diskon, masih mending kalo terbeli,nah kalo tidak..lalu terbayang bayang dimata sepanjang perjalanan pulang sampe terbawa mimpi (gawat).
alhamdulillah, saya cukup bisa menahan diri hari ini (meskipun dalam hati uda dag dig dug dueerr)..*lebay*
ceritanya windowshopping ini akan berlanjut besok, karena masih ada yang harus terbeli (hehehe)
wanita = belanja itu meningkatkan release endorfin (uda ada penelitian nya belum ya??/)

